Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
DUNIA MERDEKA

Pertemuan Diponegoro Soal Kasus Century
Rayyan Taqqiy – klikp21.com

JAKARTA – Puluhan aktivis dan juga elit politik yang tergabung dalam aliansi tuntaskan Century mendesak SBY untuk segera menuntaskan kasus Century Gate. Selain itu, mereka mengancam akan menggulingkan pemerintahan SBY-Boediono, karena dianggap melegalkan praktik korupsi di Indonesia.


Dalam konferensi pers yang digelar di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat itu, juga dihadiri oleh beberapa tokoh, seperti mantan anggota DPR Ali Muchtar Ngabalin, Sekjen Partai Hanura Fuad Bawazir, aktivis 98 Adian Napitupulu dan lainnya.

Mereka menilai, bahwa data yang diberikan PPATK serta BPK sudah lengkap dan harusnya dapat diproses tanpa harus ada pansus DPR. Karena sangat jelas, dalam KKSK untuk mengucurkan dana Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, pemimpin negara seperti Jusuf Kalla mantan wakil presiden ketika itu, tidak mengetahui hal tersebut.

Sehingga, pengucuran dana talangan merupakan kebijakan illegal dan sepihak, serta dikategorikan sebagai perampokan uang Negara. Sri Mulyani, Marsilam Simanjuntak selaku staff khusus presiden bidang ekonomi, Raden Pardede, Boediono dan lain lain, adalah pelaku yang terlibat dalam skandal kasus Century (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
DUNIA MERDEKA

rani juliani dan antasari

rani juliani dan antasari

“Bapak jangan marah dong, sudah nggak mau main disana lagi, ih bapak curigaan..”

VIVAnews – Persidangan kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain dengan terdakwa Antasari Azhar kemarin memperdengarkan sejumlah rekaman. Salah satunya percakapan antara Antasari dengan istri ketiga Nasrudin, Rani Juliani.

Rekaman yang diperdengarkan dalam sidang tak jelas, hanya terlihat Rani yang cekikikan dan merayu Antasari.

Dalam acara ‘Apa Kabar Indonesia’ tvOne, Rabu 16 Desember 2009, diperdengarkan potongan rekaman dengan suara yang lebih jelas.Cuplikan rekaman diperoleh dari saksi ahli, Ruby Alamsyah. (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
DUNIA MERDEKA

POLISI

POLISI

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Divisi Pembinaan Hukum atau Kadiv Binkum Polri, Inspektur Jenderal Aryanto Sutadi, menilai perlunya dibentuk suatu lembaga pengawas independen di tubuh Polri untuk mengawasi keberadaan dan pergerakan mafia hukum yang marak beredar di sana. “Di Polri, itu (mafia hukum) banyak sekali. Harusnya dibuat saja lembaga pengawas polisi. Tapi sampai sekarang, Kapolri tidak berani membentuk lembaga pengawas itu. Belum ada satu pun Kapolri yang berani. Mungkin karena itu dapat membahayakan institusi,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/12/2009).

Aryanto menambahkan, lembaga pengawas itu nantinya harus diisi oleh para anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang kredibel dan profesional. Aryanto beralasan hal itu harus dilakukan sebab kinerja pengawasan yang dimiliki Polri saat ini sangat lemah. “Pengawasan harus ditingkatkan. Kalau ada pejabat yang salah, harus segera ditindak. Entah itu polisi, jaksa, atau yang lainnya,” ujarnya. (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
DUNIA MERDEKA :

marsilam simanjuntak

marsilam simanjuntak

Maksud hati hendak membela diri, menepis fitnah, dan menegakkan kebenaran…ee malah menjerumuskan diri dalam kesulitan yang lebih besar. Betapa malangnya seorang Sri Mulyani, Si Boed, dan kawan-kawan. Hari ini mereka ingin membantah tuduhan keji yang dilontarkan Bambang Soesetyo, anggota DPR dari Golkar. Tetapi tanpa disaadari, jawaban mereka membongkar aib lain yang sebenarnya sangat ingin dihindari.

Semua itu bermula dari kata-kata Sri Mulyani dalam rapat KSSK. Kata-kata itu bisa disebut sebagai kata “Ya Robert”. Bambang Soesetyo menuduh kata-kata “Ya Robert” itu sebagai bukti percakapan Sri Mulyani dengan Robert Tantular. Padahal menurut Sri Mulyani Cs, itu adalah kata-kata Marsilam Simanjuntak. Siapakah Marsilam ini? Dia adalah anggota UP3KR, semacam unit kerja kepresidenan yang bertugas mengawal agenda Reformasi. (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
DUNIA MERDEKA :

Alexa – Jakarta & Josh Chen – Global Citizen

lapindo

bencana lapindo

“Saya yakin sebagian besar Anda tak kenal Bank Century sebelum mengalami kesulitan likuditas karena menjual reksa dana fiktif persis setahun lalu, November 2008. Ia bukan bank papan atas yang membuka cabang-cabang di tempat-tempat eksklusif seperti jalan protokol atau mal raksasa,” demikian pendahuluan dari tulisan berjudul “People’s Power” (Kompas, 28 November 2009) dari Budiarto Shambazy – journalist senior Kompas yang saya kagumi karena corak tulisannya yang berani dan tajam. Cukup surprise menemukan genre tulisan seperti ini di Kompas mengingat selama ini Kompas dikenal selalu bermain aman, saya mulai menyukai tulisan Bapak itu saat mengulas buku “Confession of an Economic Hitman”.

Mungkin saya termasuk dalam yang segelintir orang tersebut karena pada Desember 2008 saat pertama kali saya menulis di komunitas di bawah Kompas mengenai masalah Bank Century dengan judul: “Narsisnya Pejabat, Hotel Prodeo II, Doraemon, pada tanggal 09 Desember 2008”.

Baca Selengkapnya ……..

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
DUNIA MERDEKA :

utang indonesia

Tim Indonesia Bangkit (TIB) mencatat utang Indonesia dalam 5 tahun terakhir justru mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp 1.667 triliun. Utang sebesar ini merupakan utang terbesar Indonesia sepanjang sejarah.

Demikian disampaikan Ketua Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli dalam Jumpa Pers di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Selasa (1/4/2009).
Ia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir jumlah utang Indonesia meningkat sebesar 31 persen dari Rp 1.275 triliun pada Desember 2003 menjadi Rp 1.667 triliun pada bulan Januari 2009 atau naik kurang lebih sebesar Rp 392 triliun.
“Itu menempatkan Indonesia pada rekor utang terbesar sepanjang sejarah,” tegasnya.
Sementara itu, Rizal juga mengatakan jumlah utang per kapita Indonesia pun meningkat. Jika pada 2004 utang per kapita Indonesia sekitar Rp 5,8 jutan per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak jadi Rp 7,7 juta per kepala.
“Kan aneh, data TIB menunjukkan utang naik, kok berani-beraninya pemerintah bikin iklan utang turun,” katanya. (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
Berita terkait DUNIA MERDEKA :
Rekaman Sri Mulyani-Robert Tantular Akan Dibuka di Pansus Century
Sri Mulyani: Ical Tak Senang pada Saya

Jakarta – Presiden Susilo Bambang boleh saja mengatakan dia serius memerangi korupsi. Faktanya, sejumlah aktivis an** SENSOR **rupsi mencatat hal sebaliknya. Inilah 13 serangan untuk melemahkan KPK, indikasi nyata suramnya agenda pemberantasan korupsi di era Presiden Yudhoyono:

1. Judicial review Undang-Undang KPK ke Mahkamah Konstitusi, salah satu putusannya berkaitan dengan pengadilan tindak pidana korupsi.

2. Pengerdilan kewenangan penyadapan KPK. Salah satunya, Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyadapan dari Departemen Komunikasi dan Informatika.

3. Menghilangkan atau mengaburkan kewenangan penuntutan KPK. Jurus ini sempat disusupkan dalam RUU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

4. Serangan legislasi. Jurus ini dilakukan pada kasus RUU KPK (revisi UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK), RUU Tindak Pidana Korupsi (revisi UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001), serta Perpu No. 4 Tahun 2009, yang menjadi dasar hukum kewenangan Presiden menunjuk langsung pemimpin sementara KPK.

5. Ide pembubaran KPK. Ancaman ini pernah datang dari DPR periode 2004-2009 dari Partai Demokrat.

6. Penarikan personel penyidik dari kepolisian dan auditor dari BPKP. Rencana itu urung dilakukan. (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
Berita terkait DUNIA MERDEKA :
Sri Mulyani: Ical Tak Senang pada Saya

mustar bona ventura

mustar bona ventura

Jakarta – Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mendata sejumlah nama pejabat partai politik, pengusaha serta lembaga komisi pemilihan umum dan bahkan lembaga survey penerima aliran dana Bank Century dengan total Rp 1,8 triliun .

“Data-data ini berdasarkan dari jaringan aktivis Jakarta, Bandung, Cianjur dan Bogor,” kata Ferdi Simaun dari Aktivis Bandung kepada wartawan di Posko Bendera, Jakarta, Senin (30/11).

Menurut Ferdi, diduga nama-nama tersebut adalah KPU menerima dana Rp 200 miliar, LSI Rp 50 miliar, FOX Rp 200 miliar, Partai Demokrat Rp 700 miliar, Edhie Baskoro Yudhoyono Rp 500 miliar, Hatta Radjasa Rp 10 miliar, Mantan Panglima TNI, Djoko Suyanto Rp 10 miliar, mantan Jubir Presiden Andi Malarangeng Rp 10 miliar, Rizal Malarangeng Rp 10 miliar, Choel Malarangeng Rp 10 miliar, dan Pengusaha Hartati Murdaya Rp 100 miliar. (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain
Berita terkait DUNIA MERDEKA :
Rekaman Sri Mulyani-Robert Tantular Akan Dibuka di Pansus Century

sri mulyani & aburizal bakrie

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR atas pengucuran dana bailout Rp 6,7 triliun untuk Bank Century.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya politikus-politikus rivalnya untuk menggulingkan dirinya dari jabatan. Penyebabnya adalah mereka tidak senang pada upaya-upaya Sri Mulyani untuk memperbaiki birokasi di Indonesia. Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam wawancara seperti dilansir The Wall Street Journal, Kamis (10/12).

Dikatakan Sri Mulyani, dirinya yakin Pansus Century DPR merupakan upaya untuk mendiskreditkan dirinya oleh para politikus yang menentang agenda reformasinya.
Sri Mulyani bahkan terang-terangan menyebut nama Aburizal Bakrie, ketua umum Golkar dan mantan Menko Kesra. “Aburizal Bakrie tidak bahagia dengan saya. Saya tidak berharap orang Golkar akan adil atau baik terhadap saya,” lanjutnya.

Dalam wawancara tersebut, Sri Mulyani menceritakan ketidakcocokannya dengan Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical bermula saat krisis 2008 yang menjatuhkan indeks harga saham gabungan (IHSG). (more…)

Politik, Sastra & Budaya, Social dan lain-lain

Daftar sastrawan Indonesia

* Aam Amilia * A.A. Navis * Abdul Hadi WM * Abdul Muis
* Abdul Wahid Situmeang * Acep Syahril * Acep Zamzam Noor
* Achdiat K. Mihardja * Achmad Munif * A.D. Donggo * Adinegoro
* Agus Noor * Agus R. Sarjono * Ahmad Subbanuddin Alwie
* Ahmad Tohari * Ahmadun Yosi Herfanda * Ahmad Yulden Erwin
* Ajip Rosidi * Akmal Nasery Basral
* Amir Hamzah * A. Mustofa Bisri * Anak Agung Panji Tisna
* Andrea Hirata * Andrei Aksana * Ani Sekarningsih * Anwar Putra Bayu
* Aoh K. Hadimadja * Ariel Heriyanto * Arie MP Tamba * Arif B. Prasetyo
* Arifin C. Noer * Ari Pahala Hutabarat * Ari Setya Ardhi
* Arswendo Atmowiloto * Armijn Pane * Asma Nadia * A.S. Dharta
* A.S. Laksana * Asep S. Sambodja * Asrul Sani * Ayatrohaedi
* Ayu Utami

* B. Rahmanto * Bagus Putu Parto * Bambang Set * Beni R. Budiman
* Beni Setia * Beno Siang Pamungkas * Binhad Nurrohmat
* Bokor Hutasuhut * Bonari Nabonenar * Bondan Winarno * Budi Darma
* Budiman S. Hartoyo * Budi P. Hatees

* Chairil Anwar * Clara Ng (more…)

Next Page »